Sabtu, 12 Desember 2015

PENGUAT DAYA



PENGUAT DAYA
Penguat sinyal besar (large signal) dimana penekanan adl pd penguatan daya, disebut dengan penguat daya. Klasifikasi penguat daya yang ada adalah kelas A, kelas B, kelas AB, dan kelas C.
Titik Q
Perhatikan gambar berikut.:

Dalam keadaan tdk ada sinyal input, arus dan tegangan kolektor disebut arus dan tegangan kolektor stasioner. Misalkan bahwa arus kolektor stasioner adl 2 mA, maka tegangan kolektor-emiter stasioner adalah:
VCE = VCC – IC(RC + RE) = 30 – 0,002 (3000 + 7500) = 9 V Sehingga koordinat titik Q adl 2 mA dan 9 V (gambar b).
Garis Beban DC
Garis beban DC menyatakan semua titik operasi DC yang mungkin. Jika transistor pd gambar di atas jenuh, maka

Dan jika transistor dioperasikan pd daerah cut-off maka tegangan kolektoremiter adl:
 VCE(cut-off) = VCC = 30 V
Gambar berikut memperlihatkan garis beban DC dengan titik Q yang telah diperoleh sebelumnya.

Garis Beban AC Garis beban AC menyatakan semua titik operasi AC yang mungkin. Gambar berikut memperlihatkan rangkaian ekivalen AC penguat yang sama. Dari rangkaian ekivalen diperoleh:

Karena ic ≈ ie maka

Jika sinyal AC menggerakkan penguat, sinyal akan menyebabkan perubahan arus dan tegangan kolektor. Perubahan ini diberikan oleh:

Dengan IC dan VCE adl arus dan tegangan kolektor DC, serta ICQ dan VCEQ adl arus dan tegangan kolektor stasioner. Dengan menyusun kembali maka diperoleh hubungan antara IC dan VCE sbb:
Grafik persamaan di atas ditunjukkan pada gambar berikut, dan disebut garis beban AC

Garis beban AC memperagakan bagaimana operasi sinyal besar. Selama setengah periode positif tegangan sumber AC, arus kolektor berayun dari titik Q ke atas (arah saturasi atau penjenuhan). Sedangkan selama setengah periode negatif tegangan sumber AC, arus kolektor berayun dari titik Q ke bawah (arah cut-off). Utk sinyal AC yang besar, operasi dapat bergerak sepenuhnya menuju penjenuhan dan sepenuhnya menuju cut-off (menggunakan hampir semua daerah aktif).







Tidak ada komentar: