1 .1.
KARAKTERISTIK TRANSISTOR
Sebelum membahas
karakteristik dan daerah kerja Transistor, perlu disepakati terlebih dahulu
beberapa simbol tegangan yang terdapat pada Transistor. Rangkaian Transistor
memiliki tiga tipe tegangan. Ketiga tipe tegangan itu adalah:
• Sumber
Tegangan Transistor : VBB dan VCC
• Tegangan Terminal Transistor : VB, Vc dan VE
• Tegangan
Lintas Persambungan : VBE, VCE,
dan VCB
Sebagaimana yang tampak pada Gambar 1 .1 di bawah ini.
Karakteristik yang paling penting
dari Transistor adalah grafik Dioda KolektorEmiter, yang biasa dikenal dengan
Kurva Tegangan-Arus (V-I Curve). Kurva ini menggambarkan arus Kolektor, IC, dengan tegangan lintas
persambungan Kolektor – Emiter, VCE, dimana harga-harga tersebut diukur dengan arus Basis, IB, yang berbedabeda. Rangkaian
yang digunakan untuk mendapatkan kurva tampak pada Gambar 1 .2 di bawah ini.
Gambar 1 .2 Rangkaian Transistor Common Emitter untuk Kurva Tegangan-Arus
Hasil pengukuran rangkaian
Transistor tersebut ditunjukkan secara kualitatif pada Gambar 1 .3. Kurva
tersebut mengindikasikan bahwa terdapat 4 (empat) buah daerah operasi, yaitu:
• Daerah Potong (Cutoff Region)
• Daerah
Saturasi (Saturation Region)
• Daerah Aktif (Active Region), dan
dimana
setiap daerah memiliki karakteristik masing-masing. Fungsi dan kegunaan Transistor
dapat diketahui dengan memahami karakteristik-karakteristik Transistor tersebut.
Disamping itu, perancangan dan analisa Transistor sesuai dengan fungsinya juga
akan berdasarkan karakteristik ini.
Gambar 1 .3. Kurva Karakteristik Transistor
• Daerah Potong:
Dioda Emiter diberi prategangan mundur. Akibatnya, tidak terjadi pergerakan elektron, sehingga arus Basis, IB = 0. Demikian juga, arus Kolektor, IC = 0, atau disebut ICEO (Arus Kolektor ke Emiter dengan harga arus Basis adalah 0).
• Daerah Saturasi
Dioda Emiter diberi prategangan maju. Dioda Kolektor juga diberi prategangan maju. Akibatnya, arus Kolektor, IC, akan mencapai harga maksimum, tanpa bergantung kepada arus Basis, IB, dan βdc. Hal ini, menyebabkan Transistor menjadi komponen yang tidak dapat dikendalikan. Untuk menghindari daerah ini, Dioda Kolektor harus diberi prateganan mundur, dengan tegangan melebihi VCE(sat) yaitu tegangan yang menyebabkan Dioda Kolektor saturasi.
• Daerah Aktif
Dioda Emiter diberi prategangan maju. Dioda Kolektor diberi prategangan mundur. Terjadi sifat-sifat yang diinginkan, dimana:
IE = IC + IB (1 .1)
atau
IC = βdc IB (1 .2)
dan
tau
IC = αdc IE (1 .3)
IC = αdc IE (1 .3)
sebagaimana
penjelasan pada bagian sebelumnya. Transistor menjadi komponen
yang dapat dikendalikan.
• Daerah Breakdown
yang dapat dikendalikan.
• Daerah Breakdown
Dioda
Kolektor diberiprategangan mundur yang melebihi tegangan Breakdownnya, BVCEO (tegangan breakdown dimana tegangan Kolektor ke
Emiter saat Arus Basis adalah nol). Sehingga arus Kolektor, IC, melebihi spesifikasi yang dibolehkan.
Transistor dapat mengalami kerusakan.
referensi
www.um.ac.id
daftar pustaka
killa reski,(2012), Laboratorium Listrik Dasar , makasar: Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Elektronika dan Pengukuran Listrik 2
Elektronika dan Pengukuran Listrik 2
referensi
www.um.ac.id
daftar pustaka
killa reski,(2012), Laboratorium Listrik Dasar , makasar: Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Elektronika dan Pengukuran Listrik 2
Elektronika dan Pengukuran Listrik 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar