Senin, 14 Desember 2015

KISAH KEMATIAN NABIYULLAH ADAM‘ALAYHI ‘ALAYHI SALAM



KISAH KEMATIAN NABIYULLAH ADAM‘ALAYHI ‘ALAYHI
SALAM
Assalamualaikum Wr.Wb
Dikutip dari buku kisah-kisah shahih seputar para nabi dan rasul oleh ASY-SYAIKH DR.UMAR AL-ASYQOR bagian 1 [ Guru Besar Universitas islam Yordania]
Buku ini menceritakan “KISAH KEMATIAN NABIYULLAH ADAM‘ALAYHI ‘ALAYHI
SALAM
Yang kurang lebih isinya sebagai berikut:
Kisah ini memberitakan kepada kita tentang saat-saat terakhir
kehidupan bapak kita Adam dan keadaannya pada saat
sakaratul maut. Para Malaikat memandikannya, memberinya
wangi-wangian, mengkafaninya, menggali kuburnya,
menshalatkannya, menguburkannya dan menimbunnya dengan
tanah. Mereka melakukan itu untuk memberikan pengajaran
kepada anak cucu sesudahnya, tentang bagaimana cara
menangani orang mati.

NASH HADITS
Dari Uttiy bin Dhamurah As-Sa'di berkata, "Aku melihat seorang
Syaikh di Madinah sedang berbicara. Lalu aku bertanya
tentangnya." Mereka menjawab, "Itu adalah Ubay bin Kaab."
Ubay berkata, "Ketika maut datang menjemput Adam, dia
berkata kepada anak-anaknya, 'Wahai anak-anakku, aku ingin
makan buah Surga." Lalu anak-anaknya pergi mencari
untuknya. Mereka disambut oleh para Malaikat yang telah
membawa kafan Adam dan wewangiannya. Mereka juga
membawa kapak, sekop, dan cangkul.
Para Malaikat bertanya, "Wahai anak-anak Adam, apa yang
kalian cari? Atau apa yang kalian mau? Dan ke mana kalian
pergi?" Mereka menjawab, "Bapak kami sakit, dia ingin makan
buah dari Surga." Para Malaikat menjawab, "Pulanglah, karena
ketetapan untuk bapak kalian telah tiba."
Lalu para Malaikat datang. Hawa melihat dan mengenali mereka,
maka dia berlindung kepada Adam. Adam berkata kepada Hawa,
"Menjauhlah dariku. Aku pernah melakukan kesalahan
karenamu. Biarkan aku dengan Malaikat Tuhanku Tabaraka wa
Taala." Lalu para Malaikat mencabut nyawanya,
memandikannya, mengkafaninya, memberinya wewangian,
menyiapkan kuburnya dengan membuat liang lahat di kuburnya,
menshalatinya. Mereka masuk ke kuburnya dan meletakkan
Adam di dalamnya, lalu mereka meletakkan bata di atasnya.
Kemudian mereka keluar dari kubur, mereka menimbunnya
dengan batu. Lalu mereka berkata, "Wahai Bani Adam, ini
adalah sunnah kalian."

TAKHRIJ HADITS
Hadits ini diriwayatkan oleh Abdullah bin Imam Ahmad dalam
Zawaidul Musnad, 5/136.
Ibnu Katsir setelah menyebutkan hadits ini berkata, "Sanadnya
shahih kepadanya." (Yakni kepada Ubay bin Kaab). Al-Bidayah
wan Nihayah, 1/98.
Al-Haitsami berkata, "Diriwayatkan oleh Abdullah bin Ahmad.
Rawi-rawinya adalah rawi-rawi hadits shahih, kecuali Uttiy bin
Dhamurah. Dia adalah rawi tsiqah." Majmauz Zawaid, 8/199.
Hadits ini walaupun mauquf (sanadnya tidak sampai pada Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa Salam) pada Ubay bin Kaab, tetapi
mempunyai kekuatan hadits marfu’, karena perkara seperti ini
tidak membuka peluang bagi akal untuk mengakalinya.
Semoga dapat bermanfaat … 
referensi
ASY-SYAIKH DR.UMAR AL-ASYQOR,Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an Dan Sunnah, Surabaya: Pustaka Elba
http://dear.to/abusalma

Tidak ada komentar: