Senin, 14 Desember 2015

KISAH IBRAHIM DAN SARAH DENGAN RAJA YANG ZHALIM



KISAH IBRAHIM DAN SARAH DENGAN RAJA
YANG ZHALIM
Dikutip dari buku kisah-kisah shahih seputar para nabi dan rasul oleh ASY-SYAIKH DR.UMAR AL-ASYQOR bagian 1 [ Guru Besar Universitas islam Yordania]
Salah satu isi buku ini menceritakan “KISAH PENGINGKARAN DAN SIFAT LUPA ADAM
Yang kurang lebih isinya sebagai berikut:
Kisah ini menjelaskan bagaimana Allah menjaga Sarah, istri
Ibrahim, ketika seorang thaghut (musuh Allah) hendak menodai
kesuciannya dan merampas kehormatannya. Ibrahim berlindung
kepada Allah, berdoa dan shalat kepada-Nya, dan Sarah berdoa
memohon perlindungan Allah. Maka Allah menjadikan si fajir
(pelaku maksiat) tidak berdaya dan menggagalkan makarnya
(berupa siksaan) di lehernya. Allah menjaga Ibrahim dan
istrinya, dan Allah mampu untuk menjaga wali-wali-Nya dan
membelenggu musuh-musuh-Nya di setiap waktu dan generasi.
NASH HADITS
Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah yang
berkata Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, "Ibrahim
berhijrah bersama Sarah. Keduanya masuk ke sebuah desa
yang terdapat seorang raja atau seorang yang sombong.
Dikatakan kepadanya, 'Ibrahim datang bersama seorang wanita
yang sangat cantik.’ Maka dia bertanya kepada Ibrahim, ’Wahai
Ibrahim, siapa wanita yang bersamamu?’ Ibrahim menjawab,
’Saudara perempuanku.’ Kemudian Ibrahim kembali kepada
Sarah dan berkata, ’Jangan mendustakan ucapanku aku telah
mengatakan kepada mereka kalau kamu adalah saudaraku.
Demi Allah, di bumi ini tidak ada orang yang beriman selain
diriku dan dirimu.’ Maka Ibrahim mengirim Sarah kepadanya.
Dia bangkit kepada Sarah. Sarah bangkit berwudhu dan shalat.
Sarah berkata, ’Ya Allah, jika aku beriman kepada-Mu dan
kepada Rasul-Mu, dan menjaga kehormatanku kecuali kepada
suamiku, maka janganlah Engkau membiarkan orang kafir
menguasaiku.’ Maka nafas raja sombong itu menyempit dan dia
hampir tercekik sampai dia memukulkan kakinya ke bumi."
Al-A'raj berkata bahwa Abu Salamah bin Abdur Rahman berkata
di mana Abu Hurairah berkata tentang Sarah yang berkata, ’Ya
Allah, jika orang ini mati, maka mereka menuduhku
membunuhnya.’ Maka dia terbebas, kemudian dia bangkit lagi
kepada Sarah. Sarah berwudhu dan shalat. Sarah berkata, ’Ya
Allah, jika aku beriman kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu, dan
menjaga kehormatanku kecuali kepada suamiku maka janganlah
Engkau membiarkan orang kafir menguasaiku.’ Maka nafasnya
menyempit dan dia hampir tercekik sampai dia memukulkan
kakinya ke bumi.
Abu Salamah berkata bahwa Abu Hurairah berkata, ”maka Sarah
berkata, ’Ya Allah, jika orang ini mati, maka mereka menuduhku
membunuhnya.’ Maka dia terbebas untuk kedua kalinya atau
ketiga kalinya. Kemudian dia berkata, ’Demi Allah, kalian tidak
mengirimkan kepadaku kecuali setan. Pulangkan dia kepada
Ibrahim dan berilah dia Ajar (maksudnya adalah Hajar, ibu
Ismail). Sarah pun pulang kepada Ibrahim. Sarah berkata,
’Apakah kamu merasa bahwa Allah telah menghinakan orang
kafir dan memberi seorang hamba sahaya.’
Dalam riwayat lain dalam Shahih Bukhari dari Abu Hurairah
berkata, "Ibrahim tidak berdusta kecuali tiga kali. Dua di
antaranya karena Allah, yaitu ucapan Ibrahim, 'Sesungguhnya
aku sakit.’ (QS. As-Shaffat: 89); dan ucapan Ibrahim,
’Sebenarnya patung besar itulah pelakunya.’ (QS. Al-Anbiya:
63). Abu Hurairah melanjutkan, "Suatu hari, ketika Ibrahim dan
Sarah berjalan keduanya melewati seorang penguasa zhalim.
Dikatakan kepadanya, 'Di sini ada seorang laki-laki bersama
seorang wanita cantik." Maka Ibrahim ditanya tentangnya,
’Siapa wanita itu?’ Ibrahim menjawab, ’Saudara perempuanku.’
Lalu Ibrahim mendatangi Sarah dan berkata kepadanya, ’Wahai
Sarah, di muka bumi ini tidak ada orang mukmin selain diriku
dan dirimu. Orang itu bertanya kepadaku tentang dirimu, dan
aku katakan kepadanya bahwa kamu adalah saudaraku. Maka,
jangan mendustakanku.’ Lalu Ibrahim mengutus Sarah
kepadanya. Ketika Sarah masuk kepadanya, dia menjulurkan
tangannya hendak menjamahnya. Tapi dia tercekik dan berkata,
’Berdoalah kepada Allah untukku, aku tidak mencelakaimu.’ Lalu
Sarah berdoa kepada Allah, maka dia pun terbebas. Kemudian
ketika dia hendak menjamahnya untuk kedua kalinya, dia
tercekik seperti semula atau lebih keras. Dia berkata, ’Berdoalah
kepada Allah dan aku tidak mencelakaimu.’ Maka Sarah berdoa
dan dia terbebas. Lalu dia memanggil pengawalnya dan berkata,
’Kalian tidak membawa manusia kepadaku. Kalian membawa
setan kemari.’ Dia memberinya Hajar sebagai pelayannya. Sarah
pulang kepada Ibrahim yang sedang shalat, maka Ibrahim
memberi isyarat dengan tangannya, ’Bagaimana keadaanmu?’
Sarah menjawab, ’Allah menggagalkan makar orang kafir atau
orang fajir (berupa siksaan) di lehernya dan memberiku Hajar.’
Abu Hurairah berkata, "Itulah ibu kalian, wahai Bani Ma'is Sama'
(air langit)."
TAKHRIJ HADITS
Riwayat pertama diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahih-nya
dalam Kitabul Buyu’, bab membeli hamba sahaya dari kafir
harbi, menghibahkannya dan memerdekakannya, 4/410, no.
2217. Riwayat kedua di Kitabul Anbiya, bab firman Allah, "Dan
Allah mengangkat Ibrahim sebagai khalil." (QS. An-Nisa: 125),
no. 3358.
Bukhari juga meriwayatkannya di beberapa tempat dalam
Shahih-nya di antaranya dalam Kitabul Ikrah, bab jika seorang
wanita dipaksa berzina, 12/321, no. 6950, dalam Kitabul Nikah,
bab mengangkat hamba sahaya dan orang yang memerdekakan
hamba sahaya kemudian menikahinya, 9/126, no. 5085, dalam
Kitab Thalaq, keterangan tentang bab tanpa sanad, 9/387,
dalam Kitab Hibah, bab jika dia berkata, aku memberimu
pelayan hamba sahaya ini, no. 2635. Diriwayatkan oleh Muslim
dalam Shahih-nya dalam Kitabul Fadhail, bab keutamaankeutamaan Ibrahim, 4/184, no. 2371, dengan Syarah Nawawi,
15/509.
Semoga dapat bermanfaat … 
referensi
ASY-SYAIKH DR.UMAR AL-ASYQOR,Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an Dan Sunnah, Surabaya: Pustaka Elba
http://dear.to/abusalma

Tidak ada komentar: