Minggu, 13 Desember 2015

KISAH PENGINGKARAN DAN SIFAT LUPA ADAM



Assalamualaikum Wr.Wb
Sahabat muslim sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat nabi bahwa umur uamat rasul kurang lebih antara 60 – 70 tahun di dunia, dan jika dibandingkan dengan hidup di akhirat kisaran 0,000001%, dan selayaknya waktu didunia kita manfaatkan dengan mengkaji lebih dalam mengenai islam
Dikutip dari buku kisah-kisah shahih seputar para nabi dan rasul oleh ASY-SYAIKH DR.UMAR AL-ASYQOR bagian 1 [ Guru Besar Universitas islam Yordania]
Buku ini menceritakan “KISAH PENGINGKARAN DAN SIFAT LUPA ADAM
Yang kurang lebih isinya sebagai berikut:
Para ahli purbakala pada zaman ini menelusuri kota-kota yang
lenyap dan sisa-sisa umat terdahulu agar mereka mengenal
kehidupan nenek moyang, mengetahui keadaan dan kondisi
mereka. Di samping minimnya informasi yang berhasil mereka
gali, ia juga ilmu yang tidak murni sehingga tidak menampakkan
hakikat dan tidak menyisir kabut kelam yang menyelimutinya. Ia
tidak kuasa menyibak tabir masa lalu yang dalam dengan
kepastian. Lain urusannya dengan kedatangan wahyu Allah
untuk membawa berita orang-orang terdahulu. Hal itu
merupakan kekayaan tak ternilai harganya, karena ia
menyuguhkan sesuatu yang nyata dalam keadaan bersih dan
murni. Ia adalah ilmu yang diturunkan dari Dzat Yang Maha
Mengenal lagi Maha Mengetahui, di mana tidak sesuatu pun di
langit dan di bumi yang samar dari-Nya.
Sebagian ilmu ini tidak mungkin ditembus dengan jalan selain
wahyu. Di antaranya, sebagian berita tentang bapak kita, Adam
‘Alayhi Salam, tentang sebagian tabiat dan ciri-cirinya yang kita warisi darinya. Sebagaimana beliau menyampaikan kepada kita
sebagian syariat untuknya dan untuk anak cucu sesudahnya.

NASH HADITS
Tirmidzi meriwayatkan dalam Sunan-nya dari Abu Hurairah. Ia
berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda,
"Manakala Allah menciptakan Adam, Allah mengusap
punggungnya, lalu dari punggung itu berjatuhan seluruh jiwa
yang Allah akan menciptakannya dari anak cucunya sampai hari
Kiamat. Dan Allah menjadikan di antara kedua mata masingmasing orang kilauan cahaya. Kemudian mereka dihadapkan
kepada Adam. Adam berkata, 'Ya Rabbi, siapa mereka?' Allah
menjawab, 'Mereka adalah anak cucumu."
Lalu Adam melihat seorang laki-laki dari mereka. Dia
mengagumi kilauan cahaya yang memancar di antara kedua
matanya. Adam bertanya, ’Ya Rabbi siapa ini?’ Allah menjawab,
’Ini adalah laki-laki dari kalangan umat terakhir dari anak
cucumu yang bernama Dawud.’ Adam bertanya, ’Ya Rabbi,
berapa Engkau beri dia umur?’ Allah menjawab, ’Enam puluh
tahun.’ Adam berkata, ’Ya Rabbi, tambahkan untuknya dari
umurku empat puluh tahun.’ Manakala umur Adam telah habis,
dia didatangi oleh Malaikat maut. Adam berkata, ’Bukankah
umurku masih tersisa empat puluh tahun?’ Malaikat menjawab,
’Bukankah engkau telah memberikannya kepada anakmu
Dawud?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, ’Adam
mengingkari, maka anak cucunya pun mengingkari. Adam
dijadikan lupa, maka anak cucunya dijadikan lupa; dan Adam
berbuat salah, maka anak cucunya berbuat salah."
Abu Isa berkata, "Ini adalah hadits hasan shahih. Ia telah
diriwayatkan tidak dari satu jalan dari Abu Hurairah dari Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa Salam."
Tirmidzi juga meriwayatkan dari Abu Hurairah yang berkata
bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, "Ketika
Allah menciptakan Adam dan meniupkan ruh padanya, dia
bersin, dia berkata 'Alhamdulillah', dia memuji Allah dengan izinNya. Maka Tuhannya berfirman kepadanya, 'Semoga Allah
merahmatimu, wahai Adam. Pergilah kepada para Malaikat itu,
sebagian mereka yang sedang duduk. Katakanlah,
'Assalamu'alaikum'. Mereka menjawab, 'Wa alaikas salamu
warahmatihi'. Lalu Adam kembali kepada Tuhannya, dan Dia
berfirman, 'Sesungguhnya itu adalah penghormatanmu dan
penghormatan anak-anakmu di antara mereka.’
Lalu Allah berfirman kepada Adam, sementara kedua tanganNya mengepal, ’Pilih satu dari keduanya yang kamu kehendaki.’
Adam menjawab, ’Aku memilih tangan kanan Tuhanku dan
kedua tangan Tuhanku adalah kanan yang penuh berkah.’
Kemudian Allah membukanya. Ternyata di dalamnya terdapat
Adam dan anak cucunya. Adam bertanya, ’Ya Rabbi, siapa
mereka?’ Allah menjawab, ’Mereka adalah anak cucumu.’
Ternyata umur semua manusia telah tertulis di antara kedua
matanya. Di antara mereka terdapat seorang laki-laki yang
paling cerah cahayanya atau termasuk yang paling terang
cahayanya. Adam bertanya, ’Ya Rabbi, siapa ini?’ Allah
menjawab, ’Ini adalah anakmu Dawud dan Aku telah menulis
umurnya empat puluh tahun.’ Adam berkata, ’Ya Rabbi,
tambahkan umurnya.’ Allah berfirman, ’Itu yang telah Aku
tuliskan untuknya.’ Adam berkata, ’Ya Rabbi, aku memberikan
umurku enam puluh tahun kepadanya.’ Allah berfirman, ’Itu
urusanmu.’
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam bersabda, "Lalu Adam diminta
tinggal di Surga sekehendak Allah, kemudian dia diturunkan
darinya. Maka Adam menghitung sendiri umurnya. Manakala
Malaikat maut datang, Adam berkata kepadanya, 'Kamu telah
tergesa-gesa. Aku telah diberi umur seribu tahun.’ Malaikat
menjawab, ’Tidak, tetapi kamu telah memberikan enam puluh
tahun umurmu kepada anakmu Dawud.’ Lalu Adam
mengingkari, maka anak cucunya mengingkari. Adam lupa,
maka anak cucunya lupa. Dia berkata, ’Sejak saat itu
diperintahkan untuk menulis dan saksi-saksi."
Tirmidzi berkata, "Ini adalah hadits hasan gharib dari jalan ini.
Ia telah diriwayatkan bukan dari satu jalan dari Abu Hurairah
dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam dari riwayat Zaid bin
Aslam dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu
‘alaihi wa Salam."
TAKHRIJ HADITS
Hadits ini diriwayatkan oleh Tirmidzi dalam Sunan-nya dalam
Kitab Tafsir, bab dari surat Al-A'raf, 4/267. Lihat Shahih Sunan
Tirmidzi, 3/52, no. 3282.
Hadits kedua diriwayatkan oleh Tirmidzi di dalam Kitab Tafsir,
bab dari surat Muawwidzatain, 4/453. Lihat Shahih Sunan
Tirmidzi, 3/137, no. 3607.
 


Semoga dapat bermanfaat … 
referensi
ASY-SYAIKH DR.UMAR AL-ASYQOR,Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an Dan Sunnah, Surabaya: Pustaka Elba
http://dear.to/abusalma


Tidak ada komentar: