Senin, 14 Desember 2015

NABIYULLAH SHALIH‘ALAYHI SALAM



NABIYULLAH SHALIH‘ALAYHI SALAM
Assalamualaikum Wr.Wb
mengenai islam
Dikutip dari buku kisah-kisah shahih seputar para nabi dan rasul oleh ASY-SYAIKH DR.UMAR AL-ASYQOR bagian 1 [ Guru Besar Universitas islam Yordania]
Salah satunya buku ini menceritakan “NABIYULLAH SHALIH‘ALAYHI SALAM
Yang kurang lebih isinya sebagai berikut:
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melewati bekas
kampung-kampung Tsamud yang dibinasakan oleh Allah ketika
mereka menyembelih unta. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
Salam dan para sahabat berdiri di sumur yang dahulu didatangi
oleh unta tersebut. Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam
menyampaikan kepada mereka berita tentang tempat itu. Beliau
mengetahuinya dengan pasti. Dari sanalah unta itu datang dan
ia pun kembali dari jalan itu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
Salam memperingatkan mereka agar tidak berlaku seperti
perilaku kaum Nabi Shalih. Mereka meminta ayat (mukjizat),
lalu Allah mengeluarkan kepada mereka mukjizat besar, yaitu
unta. Mereka mendustakan dan menyembelihnya, maka Allah
membinasakan mereka dan menurunkan adzab dan balasanNya.

NASH HADITS
Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnad-nya dari Jabir. Ia
berkata, "Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam
melewati Hijr, beliau bersabda, 'Janganlah kalian meminta
datangnya ayat-ayat (mukjizat). Kaum Shalih telah
memintanya, maka ia (unta) datang dari jalan ini dan pergi dari
jalan ini. Lalu mereka melanggar perkara Tuhan mereka dan
menyembelihnya. Unta itu minum air mereka satu hari dan
mereka minum air susunya satu hari, lalu mereka
menyembelihnya. Maka mereka ditimpa oleh suara yang keras.
Allah membinasakan semua yang ada di kolong langit dari
mereka, kecuali satu orang yang berada di Haram'." Mereka
bertanya, "Siapa dia, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Dia
adalah Abu Righal. Ketika dia keluar dari Haram, dia tertimpa
seperti yang menimpa kaumnya."

TAKHRIJ HADITS
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya,
3/296. Ibnu Katsir setelah menyebutkannya berkata, "Hadits ini
di atas syarat Muslim, dan ia tidak tertulis di salah satu dari
enam kitab (Kutubus Sttah)." Al-Bidayah wan Nihayah, 1/137.
Al-Haitsami berkata, "Diriwayatkan oleh Bazzar dan Thabrani
dalam Ausath. Lafazhnya ada di dalam surat Hud. Dan Ahmad
meriwayatkan hadits senada. Rawi-rawi Ahmad adalah rawi-rawi
hadits shahih." Majmauz Zawaid, 6/194.
Semoga dapat bermanfaat … 
referensi
ASY-SYAIKH DR.UMAR AL-ASYQOR,Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an Dan Sunnah, Surabaya: Pustaka Elba
http://dear.to/abusalma

Tidak ada komentar: